--> Skip to main content

Manusia Cyborg Pertama Yang Di Akui Dunia

MANUSIA  CYBORG PERTAMA
Neil Harbisson : "Saya Manusia Mesin!"

Cyborg kita kenal dalam film sebagai robot yang menyerupai manusia dan amat berbahaya. Pada dasarnya cyborg adalah makhluk perpaduan antara manusia dan mesin. Seperti Neil Harbisson yang memiliki mata elektronik. Di era yang serba canggih seperti sekarang ini, teknologi telah menyatu dalam kehidupan manusia. Seolah-olah manusia sudah terlena dengan kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh teknologi seperti smartphone, komputer dan robot. Teknologi yang berkembang di sektor industri pun pelan-pelan menggantikan peran manusia untuk berproduksi.

Unknown engraver - Humani Victus Instrumenta - Ars Coquinaria - WGA23954.jpg
Prediksi robot yang akan semakin banyak bermunculan di masa depan, sepertinya memang akurat. Hal tersebut dibuktikan dengan kemunculan manusia setengah robot. Sebelumnya CEO dari SpaceX, Elon Musk, mengatakan dirinya memiliki rencana untuk menyambungkan otak manusia dengan internet pada 2020 mendatang dengan chip.
Namun sebelum chip yang direncanakan oleh Elon Musk direalisasikan, ternyata Neil Harbisson, menjadi cyborg pertama yang diakui secara resmi di dunia dan memiliki kartu identitas. seperti yang di lansir dari Liputan6.com, dw.com dan dezeen.com

Neil Harbisson terlahir dengan akromatopsia atau kebutaan warna total. Ia hanya bisa melihat hitam dan putih. Kondisi tersebut tidak "diterima" begitu saja oleh seniman kontemporer ini. Ia kini dikenal sebagai cyborg yang memiliki kemampuan untuk "mendengarkan" warna. Ia juga dianggap sebagai cyborg pertama yang diakui secara resmi oleh suatu negara. DW berbicara dengan Neil Harbisson tentang tantangan yang dialaminya sebagai cyborg.


Deutsche Welle: Bagaimana awal mulanya Anda menjadi cyborg?
"Saat kuliah musik, saya menghadiri ceramah tentang kibernetik, teknik pengendalian. Topiknya saat itu adalah cara memperluas kemampuan indera dengan teknologi. Lalu saya punya ide untuk menambah kemampuan indera saya lewat teknologi sehingga saya bisa mengenali warna. Jadi kami merakit mata elektronik (eyeborg - Red) yang mengkonversi warna menjadi bunyi. Setahap demi setahap, mata tersebut menjadi bagian dari organisme tubuh saya. Saya merasa hubungan kuat antara teknologi itu dan tubuh saya."
Apa warna kesukaan Anda?
"Saya suka warna infra merah. Karena itu adalah suara paling rendah yang bisa saya cerap. Inilah hebatnya mata elektronik. Saya bisa mengenali lebih banyak warna dibandingkan manusia biasa."
Banyak penderita buta warna akhirnya terbiasa dengan kondisi tersebut. Anda tidak demikian halnya. Mengapa?
"Saya selalu ingin mengenali warna. Warna sangat penting untuk interaksi sosial. Saya merasa sedikit terisolir, sebagai satu-satunya yang tidak bisa mengenali apa yang dilihat orang lain. Tapi saya juga tidak mau kehilangan kemampuan mengenali warna hitam dan putih. Karena itu, mata eletronik ideal, karena berkatnya saya bisa mendengarkan warna, walau tidak bisa melihatnya. Sebaliknya orang lain bisa melihat warna tapi tidak bisa mendengarkan warna."

"Antena ini membantu saya untuk mempelajari realitas di luar spektrum visual. Dengan begitu, saya juga bisa merasakan sinar inframerah dan ultraviolet. Saya juga punya koneksi internet di kepala saya. Jadi, saya bisa saja langsung terhubung ke satelit untuk bisa berkirim data dari atau ke luar angkasa," jelasnya."
Kapan Anda pertama kali berpikir: "Saya cyborg?"
Tidak mendadak, tapi bertahap. Suatu malam, mimpi saya mulai berwarna. Bunyi eletronik tidak datang dari program komputer, tapi dari otak saya. Batasan antara teknologi dan tubuh saya lenyap. Saat itu terbersit dalam benak saya: Kata "cyborg" paling baik menggambarkan apa yang tengah saya rasakan.
Adakah hal yang tidak bisa Anda lakukan dengan mata elektronik

"Mata elektronik adalah bagian dari tubuh saya. Saya mengenakannya siang dan malam hari. Juga saat mandi dan tidur. Saya hanya tidak bisa memakainya saat menyelam, karena eyeborg belum kedap air. Tapi saya akan berusaha untuk mengembangkannya..."
Bagaimana reaksi orang-orang di sekitar Anda?
"Orang dengan "antene" masih dianggap aneh oleh masyarakat. Beberapa menunjuk-nunjuk ke arah saya atau menertawakan saya. Dan saya sungguh heran, bahwa dalam sembilan tahun terakhir saya mengenakan mata elektronik, tidak ada yang berubah. Reaksinya masih sama. Di bioskop saya dituduh mau merekam film dengan kamera. Di casino, saya dianggap bisa mengganggu tamu lain. Di bandara juga selalu ada masalah. Tapi sekarang saya punya paspor dengan foto baru yang menunjukkan saya dengan mata elektronik ini. Sehingga saya tidak dipaksa untuk melepasnya atau turun pesawat."
Anda mendirikan yayasan Cyborg. Apa tujuannya?
"Yayasan Cyborg punya tiga sasaran : Kami ingin membantu orang lain menjadi cyborg. Teknologi kini adalah bagian sangat penting dalam kehidupan. Dimana-mana ada smartphone, tablet dan komputer. Kami juga menuntut hak yang lebih besar bagi cyborg. Selama ini kami masih didiskriminasi."

Dan bagaimana dengan masa depan Anda? Apakah Anda juga merencanakan "upgrade" berikutnya?
"Saya tidak ingin bergantung lagi pada baterai. Selama ini saya harus menggantinya setiap lima hari. Kelak saya ingin memperoleh energi dari sirkulasi darah. Ini kehebatan cyborg. Selalu ada hal yang bisa dikembangkan. Biasanya semakin tua, indera kita semakin buruk. Pada cyborg ini kebalikannya. Semakin saya menjadi tua, semakin baik indera saya, karena teknologi terus berkembang."


See the source image
Pria berusia 33 tahun itu mengklaim dirinya merupakan orang pertama yang memiliki kondisi setengah robot. Bahkan ini disebutnya sebagai tahap awal karena ke depan akan semakin banyak cyborg yang tercipta. Neil sendiri adalah co-founder Cyborg Society dan Transpecies Society.
Mungkin Hanya itu yang dapat saya sampaikan pada artikel ini, Terima kasih sudah mau membaca:)

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar