Setelah Ayahnya Meninggal, Oki Setiana Dewi Sebut Banyak yang Ikut Donasi Pembangunan Pesantren

Youtuber Ria Ricis dan sang kakak Oki Setiana Dewi baru saja kehilangan ayahanda tercinta untuk selama lamanya. Ayah Ria Ricis dan Oki Setiana Dewi, Suliyanto meninggal pada Jumat (4/6/2021) akibat serangan jantung. Sepeninggal ayahanda tercinta, Oki menyampaikan banyak jalan jalan untuk bisa mewujudkan keinginan orangtuanya, yakni menyelesaikan pembangunan pesantren.

Diketahui, banyak orang yang turut berdonasi untuk pembangunan pesantren yang diberi nama Maskanul Huffadz itu. Hal itu Oki Setiana Dewi sampaikan dalam kanal KH Infotainment yang tayang pada Senin, (7/6/2021). "Wafatnya papah pada akhirnya membuka kabar kabar baru, salah satunya kami ini kan keluarga menjadikan pesantren Maskanul Huffadz sudah berdiri 5 tahun, kami sedang berjuang buat bangun masjidnya, aulanya," ungkap Oki.

Selama 5 tahun ini, Oki sangat memperjuangkan pesantren tersebut supaya bisa cepat memiliki fasilitas fasilitas yang layak. Oki hanya mengandalkan donasi dari para masyarakat untuk mewujudkan berdirinya pesantren hafiz Quran. Ria Ricis merupakan salah satu orang yang mendonasikan uangnya untuk pembangunan pesantren tersebut.

Oki mengakui jika pengumpulan donasi untuk pesantrennya adalah hal yang tidak mudah. "Tidak mudah mengumpulkan donasi, Ricis salah satu donaturnya, tapi kan untuk pembangunan pesantren membutuhkan dana yang juga besar," ungkap Oki. Setelah kabar duka ayahnya meninggal dunia, banyak orang yang langsung ikut bersedekah untuk pembangunan Pesantren Maskanul Huffadz.

Dua hari sepeninggal sang ayah, dana donasi sudah terkumpul sebesar Rp 400 juta. "Tapi ketika wafatnya papah, ada bantuan dari temen temen yang memberitakan dan kami menganggap itu bentuk kasih sayang kepada keluarga kami karena kami mendapatkan doa yang luar biasa," terang Oki "Masyaallah baru dua hari wafatnya papah sedekah yang masuk untuk membangun pesantren ini sekarang udah sampai Rp 400 juta," imbuh Oki.

Pengurus pesantren mengungkapkan rasa syukurnya kepada Oki Setiana Dewi. Ia menyebut jika ayahnya jadi perantara untuk hal kebaikan dalam pembangunan pesantren Maskanul Huffadz. Oki mengatakan jika sebentar lagi ia dan para pengurus pesantren lainnya akan segera menyelesaikan pembangunan pesantren dari uang donasi yang terkumpul.

Sebelum ayahnya meninggal dunia, Oki meminta kepada ayahnya untuk menjadikan rumah masa kecilnya sebagai tempat hafiz Quran. Rumah yang berada di Batam itu kini tak ada yang menempati lantaran ayahnya telah berpindah ke Jakarta. Sebelum pindah ke Jakarta, Suliyanto bekerja di Batam hingga pensiun dan menempati rumah yang bersama anak anaknya pada saat masa kecil.

"Jadi mungkin itu nanti ke depannya ya, seminggu lagi setelah takziah ini selesai, kita healing dulu sebentar, minggu depan insyaallah kita akan ke Batam," ungkap Oki. Oki akan terbang ke Batam bersama Ria Ricis untuk membereskan rumah yang nantinya akan digunakan untuk tempat hafiz Quran. Oki juga meminta doa kepada rekan rekannya untuk kelancaran pendirian rumah hafiz Quran.

"Tolong doakan teman teman semua bahwa rumah itu mau kita jadikan insyaallah mau kita jadikan Rumah Quran Suliyanto Maskanul Huffadz," ungkap Oki. Pendirian rumah Quran Suliyanto itu adalah bentuk bakti kepada ayahnya yang sudah meninggal. Oki ingin rumah masa kecilnya itu dihiasi dengan lantunan bacaan Alquran setiap harinya.

Sementara itu, keinginan memiliki pesantren merupakan keinginan orang tua Oki Setiana Dewi. Berawal dari sang ibu, Yunifal Lismawati mengatakan ingin anak anaknya menjadi penghafal Alquran. Kemudian keinginan itu diwujudkan anak anaknya dengan cara membangun pesantren atau rumah Quran supaya bisa termotivasi untuk terus menghafal Alquran.

"Karena ibu pengen punya anak anak penghafal Quran, itulah sebabnya berdiri pesantren ini diawali 14 santri, sekarang ditotal hampir 1.000," ungkap Oki. Pesantren Maskanul Huffadz yang terletak di Bintaro itu merupakan pusat dari pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Cabang pesantrennya telah berada di wilayah Medan, Jambi, Bogor, Padang dan beberapa tempat lainnya.

Permintaan ibunya ingin memiliki anak anak penghafal Alquran juga didukung oleh sang ayah, Alm Suliyanto. Oki menganggap jika pesantren itu telah menjadi milik seluruh masyarakat di Indonesia yang turut serta memberikan donasi. "Pesantren umat, bukan pesantren kami, kami hanya bersama sahabat sahabat menjalankan supaya ini sebenernya kepentingan untuk diri kami sendiri supaya senantiasa dekat dengan para penghafal Quran," ungkap Oki.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post PREDIKSI Grup B Euro 2020: Tantangan Roberto Martinez Racik Lini Belakang Timnas Belgia
Next post Alasan Persib Bandung Batalkan Ujicoba Lawan Persipura